Just share List 20 highest PPC in 2012

Just share List 20 highest PPC in 2012

Download New Free Software 2012

Software Terbaru Gratis 2012 - Inilah kumpulan Software Terbaru 2012 yang dapat di Download secara Gratis.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, Januari 09, 2009

Cinta harus Mengerti


Sabian - Cinta Harus Mengerti


saat cinta memang harus diakhiri

saat cinta takkan bisa dimengerti

engkau tak lagi beri aku

kesempatan lagi


* aku bukan lah malaikat

juga bukan makhluk dari surga

maafkanlah aku yang tak sempurna

di hadapanmu


hapus rasa, hapus cinta, hapus kisah

kini engkau bukanlah milikku

meski tak akan mudah tuk dilupakan

semua kenangan indah


repeat * [3x]


saat cinta memang harus diakhiri



Lirik lagu Sabian - Cinta Harus Mengerti ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Sabian - Cinta Harus Mengerti.

Minggu, Januari 04, 2009

goodbye my dream


terlalu jauh untuk ku melangkah
untuk menggapai [mimpi]
yang memang tak bisa ku gapai

walau ku tau itu [mimpi]
tapi sebuah rasa itu
ku berikan padanya
semuanya adalah nyata
ku berikan untuk [mimpi] itu

akhirnya ku harus bangun
membuat [mimpi] kembali ke dalam hidupnya
yang sebenarnya
tak ada aku
dan semua kehidupan ini

bencilah semua ini

itu cara untuk membuat [mimpi] bahagia
memberikan [mimpi] kehidupan yang nyata
memberikan [mimpi] kasih sayang yang sebenarnya
memberikan semua kenyataan yang telah dia tinggalkan



good.bye.my.dream
your.always.in.my.hearth
for.luph.u.4eva
but.just.in.my.shadow

Sabtu, Januari 03, 2009

TRAVIAN



Kamu dapat memilih diantara 3 bangsa di Travian, yakni Romawi, Galia dan Teuton. Setiap bangsa memiliki kelebihan masing-masing serta pasukan mereka sangat berbeda. Sangat penting untuk memilih bangsa yang cocok dengan gaya permainanmu.


Romawi adalah bangsa di Travian yang paling mudah dimainkan oleh pemula. Dengan tingkat sosial dan perkembangan teknologi yang sudah tinggi maka bangsa Romawi sangat menguasai pembangunan gedung, koordinasi, dan pasukan mereka adalah bagian dari pasukan elit di Travian.
Mereka sangat seimbang dan berguna dalam menyerang dan bertahan. Namun pasukan romawi dilatih sangat lama dan juga mahal. Infantri mereka adalah legenda hidup namun pertahanan mereka melawan pasukan berkuda tidaklah sebagus bangsa yang lain.
Untuk pemula dan pemain yang tidak mengetahui secara pasti keinginan mereka, Romawi adalah pilihan yang ideal.
Pasukan Romawi
Kecepatan
Legionnaire 40 35 50 120 100 180 40 6
Praetorian 30 65 35 100 130 160 70 5
Imperian 70 40 25 150 160 210 80 7
Equites Legati 0 20 10 140 160 20 40 16
Equites Imperatoris 120 65 50 550 440 320 100 14
Equites Caesaris 180 80 105 550 640 800 180 10
Battering Ram 60 30 75 900 360 500 70 4
Fire Catapult 75 60 10 950 1350 600 90 3
Senator 50 40 30 30750 27200 45000 37500 4
Settler 0 80 80 5800 5300 7200 5500 5


Spesialisasi
Bisa membangun lahan sumberdaya dan bangunan secara bersamaan.
Bonus bertahan tinggi-bonus dari Pagar Batu
PEdagang bisa membawa sumberdaya sebanyak 500 unit (kecepatan: 16 bidang/jam)
Infantri sangat kuat, pasukan berkuda rata-rata,
Pengembangan mahal dan memakan waktu yang lama.



Galia adalah suku paling damai dari tiga suku di Travian. Pasukan mereka dilatih sebagai pasukan bertahan yang sempurna, tetapi kemampuan mereka menyerang masih bisa bersaing dengan dua suku lainnya. Galia adalah penunggang kuda, kuda-kuda mereka terkenal untuk kecepatannya yang memungkinkan penunggangnya menyerang musuh tepat dimana bisa mengakibatkan kerusakan fatal dan dengan cepat menangani musuh mereka yang terkecoh.

Suku ini sangat mudah untuk bertahan, akan tetapi dipaki untuk bermain agresif juga memungkinkan. Ini memberikan anda untuk mengembangkan strategi yang berbeda-beda (bertahan atau menyerang, menyendiri atau penolong yang dapat diandalkan, pedagang atau perampas, infantri atau berkuda, settler atau chieftain), tetapi anda butuh sedikit pengalaman dan keahlian. Bagaimanapun, Galia juga cocok untuk pemula.
Pasukan Galia
Kecepatan
Phalanx 15 40 50 100 130 55 30 7
Swordsman 65 35 20 140 150 185 60 6
Pathfinder 0 20 10 170 150 20 40 17
Theutates Thunder 90 25 40 350 450 230 60 19
Druidrider 45 115 55 360 330 280 120 16
Haeduan 140 50 165 500 620 675 170 13
Ram 50 30 105 950 555 330 75 4
Trebuchet 70 45 10 960 1450 630 90 3
Chieftain 40 50 50 30750 45400 31000 37500 5
Settler 0 80 80 5500 7000 5300 4900 5


Spesialisasi
Bonus kecepatan: Pasukan tercepat dalam Travian
Pertahanan rata-rata-bonus karena pagar kayu
Pedagang bisa membawa 750 unit sumberdaya (kecepatan: 24 bidang/jam)
Cranny is twice as big
Expensive siege weapons
Cheap settlers



Teuton adalah suku yang agresif. Pasukan mereka terkenal jahat dan ditakuti karena keganasan dan kegilaan saat menyerang. Mereka bergerak seperti sekumpulan penjarah, bahkan tidak takut mati.

Akan tetapi mereka kurang memiliki disiplin militer seperti Galia dan Romawi, yang mengakibatkan kelemahan mereka pada kecepatan dan pertahanan. Untuk pemain yang agresif dan berpengalaman, Teuton adalah pilihan yang tepat
Pasukan Teuton
Kecepatan
Clubswinger 40 20 5 95 75 40 40 7
Spearman 10 35 60 145 70 85 40 7
Axeman 60 30 30 130 120 170 70 6
Scout 0 10 5 160 100 50 50 9
Paladin 55 100 40 370 270 290 75 10
Teutonic Knight 150 50 75 450 515 480 80 9
Ram 65 30 80 1000 300 350 70 4
Catapult 50 60 10 900 1200 600 60 3
Chief 40 60 40 35500 26600 25000 27200 4
Settler 10 80 80 7200 5500 5800 6500 5


Spesialisasi
Bonus rampasan: cranny musuh hanya bisa menyembunyikan 2/3 dari kemampuannya.
Pagar Tanah hampir tidak bisa dihancurkan, tetapi hanya memberikan bonus bertahan minimal
Pedagang bisa membawa 1000 unit sumberdaya (kecepatan: 12 bidang/jam)
Pelatihan pasukan yang sangat murah dan cepat yang menjadikannya perampas yang hebat
Pertahanan lemah

DAFTAR DISINI

Sabtu, Agustus 30, 2008

QUO-VADIS MASYARAKAT INDIE

Masyarakat Anti-Kemapanan yang terjebak dalam Kemapanan Baru


" kita sebagai bagian dari masyarakat indie, yang artinya 'tidak bergantung kepada siapapun' atau 'masyarakat yang mandiri' harus melihat lagi arah pergerakan kita....lantas apakah hanya dengan mendirikan clothing, distro dan perusahaan media indie atau menyuarakan anti-major, anti-komersialitas kemudian kita merasa cukup telah menyumbang dalam pergerakan anti-kemapanan baru (anti-establishment)? Atau bahkan mungkin, kita telah terjebak dalam suatu kemapanan baru (new establihment)?

Dengan sedikit mengutip dari pertanyaan Rangga, artikel ini ditulis dalam menganggapi perkembangan musik indie sebagai suatu femonena yang mesti ditanggapi secara kritis demi perkembangannya ke depan.

Sebelumnya, di sini perlu diklarifikasi terlebih dahulu, bahwa AAL*, sejak pertama kelahirannya, tidak pernah 'mengusung' atau 'menyandarkan diri pada aliran tertentu secara terbatas, selama ini media dan opini umum masyarakat-lah yang mengkategorikan musik kita sesuai dengan perkiraan mereka(seperti dalam lembaran belia, ripple magz, frolic, dsb.), dan memang diakui, mayoritas diantara mereka menyebut kita sebagai band rock indie beraliran emo, hanya Majalah Surf Time yang mengkategorikan kita sebagai band berhaluan post-hardcore. Tapi, sekali lagi, ini bukan berarti kita beraliran emo. Yang harus dipahami di sini adalah, bahwa terminologi 'emo' seperti yang biasa dibicarakan oleh banyak orang mengandung tiga pemahaman, yaitu: (1) sebagai suatu genre musik (2) sebagai suatu identitas komunitas, dan yang terakhir, (3) sebagai suatu fenomena perubahan sosial

(1) Sebagai suatu genre musik, emocore termasuk musik yang agak terlambat masuk ke Indonesia, dimana sejak awal kemunculannya, pada tahun 1984, baru saat sekarang ini emo muncul sebagai jenis musik yang sangat banyak diminati, baik di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang, Medan, Kalimantan, Sulawes, dsb. Genre Musik ini, sebagaimana genre musik lainnya sangat mustahil muncul dengan sendirinya. Semua aspek budaya manusia, termasuk di dalamnya hal ini, emo, punk, metal, hardcore, rock 'n' roll, sangat bersifat 'dialektis', yang artinya terbentuk dari berbagai pengaruh budaya lain yang sebelumnya dan saat itu, ada. Tidak dalam hal style dan audio-visual saja, tapi secara ideologis, musik sangat besar dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sosial subjek di sekitarnya, jika kita lihat akar musik underground di dunia, semua berasal dari satu moyang, jazz, blues dan klasik. Dan corak masing-masing generasi dari genre musik tersebut, sangatlah berbeda satu sama lainnya, sesuai dengan kondisi zamannya, dan poin inilah yang akan saya jelaskan di poin ke-3 di bawah.

(2) Sebagai suatu komunitas, kesamaan hobi dan selera dalam musik, dalam hal ini, emo-core, screamo, dsb. mendorong suatu pergerakan sosial yang secara informal, mengumpulkan masyarakat muda untuk tergabung dalam even-even musik khusus, melalui media langsung dan tidak langsung menyatukan para individu yang berlatar belakang beda-beda dalam satu kesamaan hobi; all stuffs around emo. Atau sebagai contoh di Indonesia ini, kita mengenal suatu komunitas musik progesif rock yang bernama 'Indonesian Progressive Society' (IPS).

(3) Sebagai suatu fenomena perubahan sosial, di sinilah yang paling menarik. Sejak kemunculan 'Emo' dalam belantika musik di Indonesia, khususnya di generasi masyarakat Indie, kehadiran genre musik dan style dari Amrik ini membawa angin kontroversial yang cukup besar (bisa jadi hanya dibesar-besarkan, atau memang betul-betul besar dari sananya). Mengapa? karena berdasarkan fakta dari observasi saya, banyak diantara mereka yang menyukai 'musik emo' tapi di sisi lain, mereka membencinya hanya karena faktor 'fashion' (kulit luar)-nya saja, yang pada akhirnya bercampur aduk dengan penafsiran yang 'abstrak' dan akhirnya, melahirkan apresiasi musik yang abstrak pula tanpa ada kesimpulan objektif yang nyata dari jenis musik tersebut. Mari kita bahas lebih mendalam akar masalahnya:

Jika kita perhatikan, perjuangan masyarakat Indie di Indonesia sekarang yang dimotori oleh kaum muda-mudi yang unik dan kreatif, berakar dari perjuangan kaum muda-mudi underground Indonesia pada era akhir 80-an dan 90-an. Hanya sedikit barangkali diantara generasi kita sekarang yang mengenal tokoh-tokoh underground lokal, khususnya di bandung, pada era tersebut. Sebagaimana dari term 'underground' (bawah tanah) itu sendiri, yang merupakan suatu kata bermanifestasi 'perlawanan' terhadap budaya mainstream atau budaya pop (arus utama). Ini bukan berarti, mereka ingin sok berbeda atau menciptakan 'agama' tersendiri. Tapi, di dalam era undeground pada saat itu, terdapat suatu bentuk perjuangan sosial dan politik informal masyarakat dalam bentuk karya musik yang bebas dari etika yang kaku dan style sehari-hari yang 'totally out of mainstream'...dan rebellious! seperti rambut mohawk, anting, tattoo, even until using drugs....semua merupakan fenomena yang harus kita lihat sebagai simbol perlawanan mereka terhadap era modern, yang sejujurnya, membawa kerusakan moral dan lingkungan, kehancuran cinta damai dan pembasmian aspek manusiawi dari setiap individu di dunia, dan inilah yang biasa kita sebut sebagai 'gerakan anti-kemapanan'.

Dalam era undeground tersebut, kita masih mengenal genre musik death-metal, hardcore, Punk, Ska, Melodic, dsb. dan di masa itu, masa muda Indonesia sebagaimana di seluruh dunia pada umumnya sudah menyukai jenis musik ini, apalagi di dalamnya membawa suatu pesan 'perlawanan' terhadap penindasan yang selalu mereka rasakan dari pemerintahan Orde Baru. Namun, kini, pada abad ke-21, istilah 'underground' dalam komunitas musik masyarakat indie sudah jarang dipakai lagi, malah hampir tidak pernah! Di sini, harus dikatakan secara jujur, bahwa terminologi 'underground' sudah tidak populer seperti dahulu.

Mengapa? salah satunya, hal ini bisa jadi karena setelah era reformasi bergulir (1998), dimana kekuasaan Orde Baru dan Suharto runtuh, porsi individualitas kelompok dan kebebasan pers mendapatkan 'kesempatan emas' yang paling penting dalam sejarah, dimana kemudian muncul istilah-istilah baru yang dimunculkan media yang lebih moderat dibandingkan sebelumnya, seperti istilah indie. Kemudian, kebanyakan generasi muda kita merasa bahwa perjuangan bersama telah berakhir pada saat itu, sehingga kemudian mereka kebanyakan sibuk dengan memikirkan kepentingannya sendiri. Andaikan ada jargon-jargon perjuangan baru....mereka tidak lebih dari sekedar retorika kosong! Dimana jargon anti-komersil, anti-major, counter-culture, anti-rasis, komunalisme, anti-kapitalis, pro-indie hanya digunakan sebagai penguat identitas diri atau kelompoknya dibandingkan untuk perjuangan itu sendiri, hal ini sangat mudah dengan mempertanyakan kepada kita sendiri...'konsep perjuangan apa yang ingin kita gunakan?' . Dan yang terakhir, secara filosofis, bisa jadi makna 'underground' itu sendiri telah hilang makna secara dialektis sealur dengan berjalannya waktu di era globalisasi ini.

Dan kita sebagai bagian dari 'masyarakat indie', yang artinya tidak bergantung kepada siapapun, atau 'masyarakat yang mandiri' harus melihat lagi arah pergerakan kita...lantas apakah dengan mendirikan clothing, distro dan perusahaan media indie dan menyuarakan anti-major, anti-komersialitas kemudian kita merasa telah cukup menyumbang untuk perjuangan 'anti-kemapanan' (anti-establishment)? Atau mungkin selama ini, kita telah terjebak dalam kemapanan bentuk baru (new-establishment)?

Menurut hemat saya, kebanyakan dari kita telah terjebak oleh suara-suara dan ide-de kita sendiri, dimana yang tadinya kita menentang sistem kapitalis, justru kita malah menerapkan sistem tersebut dalam kehidupan kita. Maka dari itu, saya pribadi dan kebanyakan teman-teman kami yang sudah lama menghidupi kehidupan di masyarakat underground sudah tidak tertarik lagi sama sekali dengan perdebatan ideologis semacam ini. Kita katakan, Ideologi sekarang sudah mati! Dan Ideologi ini hanya laku bagi orang-orang yang hobinya mempolitisir kehidupan orang lain untuk kepentingannya pribadi. Selanjutnya, biarkanlah kami mengatur hidup kami sendiri... (D.I.Y)

Alone At Last*, dan beberapa band lokal lainnya di Bandung, sudah tidak peduli dengan masalah indie-label dan major-label, penamaan genre musik, yang pasti, kami dibesarkan dari berbagai jenis genre musik, antara lain: musik etnik, punk, ska, grunge, metal, blues, jazz, reggae, hardcore, klasik, rock 'n' roll, dsb. Bagi kami, masalah emo sebagai trend yang akan mati atau terbang atau sejenisnya sudah tidak relevan untuk dijadikan pembahasan pada masa sekarang ini. Seharusnya, orang-orang termasuk media lebih membuka diskursus mengenai relevansi pelabelan genre suatu jenis musik secara lebih terbuka dan pluralis, ketimbang menolak secara sinis eksplorasi musik-musik baru sebagai khasanah sub-kultur yang akan memperkaya budaya kita nantinya . Dan bukankah menolak sesuatu yang baru merupakan bukti bahwa kita terjebak pada suatu bentuk kemapanan yang baru? (Di dalam hal ini, kita tidak mau berubah dan merasa sudah mapan?)

Melihat konteks industri musik saat ini, baik major maupun indie, keduanya masih memiliki konsep bisnis yang secara mendasar mirip, yang membedakan hanyalah afiliasi perusahaan rekaman tersebut. Sejak dirilis oleh Absolute Records (Andhika;Gitaris Turtle Jr.) pada awal tahun 2005 ini, Alone At LAst* tidak pernah dipaksa untuk terus bersikukuh di bendera Absolute (indie) atau pindah ke major label untuk ke depannya, meskipun hingga sekarang ini, kita masih bekerja sama dengan baik dengan pihak Absolute Records. Hal ini, karena, Andhika pribadi, dan bersamaan dengan Mas Chareul (Gitaris Noin Bullet) mengatakan, bahwa mereka tidak tahu sejujurnya yang terbaik buat Alone At Last*, sehingga segalanya diserahkan kembali kepada kita semua dan managemen untuk menentukan. Begitupun dengan managemen Lonely End yang dijalankan oleh Keusik dan Anoy, dimana sistem yang kita laksanakan adalah sistem manajemen kekeluargaan yang menghargai profesionalitas dalam bekerja, namun tetap menghargai rasa saling menghormati, bahkan saling mengingatkan satu sama lain tanpa membatasi ruang gerak masing-masing anggota untuk berpikir dan bertindak.

Dan menurut saya, inilah contoh konsep independen atau indie yang sesungguhnya, dimana tidak ada larangan dan aturan yang memaksa kita untuk melangkah, dimana segala sesuatu yang terbaik untuk kita adalah hanya dengan mendengarkan nurani kita sendiri untuk bertindak secara kreatif dan mandiri, tanpa ada tekanan yang keras dari manapun, kita akan selalu bisa melahirkan sesuatu yang baru tanpa perlu menjerumuskan diri kita kepada ideologi-ideologi usang yang menekankan kita kepada suatu 'keterbatasan' moralitas sehingga merasa berhak untuk menjudge atau menjustifikasi orang lain tanpa menghasilkan suatu karya pemikiran yang baru satu pun (*ind*)

Indra@2005 copyrighted by
http://aloneatlast.multiply.com
*zenner

Squid


Nama Latin : Loligo pealii
Phylum : Mollusca
Sub Phylum : -
Ordo : Teuthoidea
Family : Loliginidae
Genus : -
Species : Loligo pealii
Kelas : Cephalopoda
Nama Daerah : Cumi-cumi


Pernapasan:

Ketika cumi-cumi membutuhkan banyak energi untuk bergerak secepat yang mereka lakukan, mereka mempunyai tiga jantung. Cumi-cumi berdarah biru. Dua dari jantung mereka berlokasi dekat dengan masing-masing insangnya. Hal ini, mereka dapat memompa oksigen ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah. Cumi-cumi memiliki pokok sistem pernafasan senyawa tembaga. Hal ini berbeda dengan manusia dimana manusia mempunyai pokok sistem pernafasan senyawa besi. Jika terlalu tertutup pada permukaan dimana terdapat air panas, cumi-cumi dapat mati dengan mudah karena mati lemas.


Habitat:

Kemungkinan hidup di air dalam selama musim dingin, tetapi sekitar bulan Mei dia memasuki air dangkal untuk menetaskan telurnya.


Pencernaan:

Cumu-cumi adalah carnivora. Ini berarti pemakan daging. Tentacel yang lebih panjang menangkap mangsa. Cumi-cumi menarik makanan itu dengan tentacel yang lebih pendek ketika makanan itu terenggut dengan kekuatan seperti paruh bebek. Kemudian radula membenturkan makanan turun ke kerongkongan sehingga akan turun ke perut untuk di cerna. Radula adalah pita tanduk pada lidah.


Reproduksi:

Cumi-cumi berproduksi secara sexual. Cumi-cumi betina mengeluarkan banyak benang telur ke dalam air. Cumi-cumi jantan mengeluarkan sperma. Beberapa spesies telah dikembangkan untuk menaruh sperma di atau dalam cumi-cumi betina. Ini selalu menjadi misteri ilmu pengetahuan bagaimana telur-telur cumi-cumi didapat terbuahi.


Peranan:

Cumi-cumi adalah kebutuhan ekonomi, karena mereka digunakan sebagai makanan, dan sebagai umpan pada jaring ikan. Mereka menjadi makanan ikan kecil, Crustacea dan cumi-cumi yang lain dan dalam perlengkapan lingkaran makanan ikan lain yang besar.


www.iptek.net.id